Mulai September 2010, daftar silsilah dikelompokan pada labe-label berikut:
1 Father of H. Ramli
1x silsilah yg berkaitan dengan H. Ramli
2 Djalaloeddin
2x silsilah yg berkaitan dengan Djalaloeddin
3 Father of Datuk Mangkuto Sati
3x silsilah yg berkaitan dengan Datuk Mangkuto Sati
4 Father of Mariah and Siti Sawiyah
4x silsilah yg berkaitan dengan Mariah dan Siti Sawiyah
5 Rd. Kd. Soema di Pradja
5x silsilah yg berkaitan dengan Rd. Kd. Soema di Pradja
6 Father of NM. Siti Hadijah
6x silsilah yg berkaitan dengan NM. Siti Hadijah
65 Silsilah Pangeran Santri
7 Rd. Rasiyam Puranagara
7x silsilah yg berkaitan dengan Rd. Rasiyam Puranagara
8 Rd. Kd. Singayuda
8x silsilah yg berkaitan dengan Rd. Kd. Singayuda
85 Panembahan Singaperbangsa
9 Notes
Arsip Blog
Label
1 Father Of H Ramli
(9)
2 Djalaloeddin
(21)
3 Father Of Datuk Mangkuto Sati
(20)
30 Grand Father Of Datuk Mangkuto Sati
(1)
4 Father Of Mariah And Siti Sawiyah
(21)
5 Rd Kd Soema di Pradja
(52)
50 Rd H Moehammad Amin
(1)
6 Father Of NM Siti Hadijah
(21)
651 Pangeran Santri (G01-11)
(15)
652 Pangeran Santri (G12-13)
(15)
653 Pangeran Santri (G14-15)
(15)
654 Pangeran Santri (G.16- )
(15)
7 Rd Rasiyam PURANAGARA
(31)
8 Rd Kd SINGAYUDA
(37)
85 Panembahan Singaperbangsa
(58)
9 NOTES
(2)
Blog ini menyajikan beberapa ringkasan silsilah keluarga.
Tampilkan postingan dengan label 9 NOTES. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 9 NOTES. Tampilkan semua postingan
Selasa, 28 September 2010
Kamis, 26 November 2009
PROSES PEMBARUAN NOMOR URUT PADA REPORT SILSILAH
Mulai bulan Agustus yang lalu sedang diupayakan pembuatan report silsilah yang lebih memudahkan.
Masalah sebelumnya adalah nomor urut output dari database akan berubah apabila ada perubahan (penambahan/pengurangan), sehingga nomor urut seseorang tidak dapat dijadikan patokan.
Solusi yang diambil adalah nomor urut seseorang berdasarkan urutannya dari ancestor yang dibuat reportnya, dimulai dengan nomor 1 adalah nomor urut ancestor tersebut diikuti dengan titik/dot dan nomor-urut anak-anaknya dst.
Contoh : 1.1.2.3 = anak ke-3 dari anak ke-2 dari anak ke-1 dari ancestor.
Sehingga setiap orang memiliki nomor urut unik dalam setiap report silsilah.
Masalah sebelumnya adalah nomor urut output dari database akan berubah apabila ada perubahan (penambahan/pengurangan), sehingga nomor urut seseorang tidak dapat dijadikan patokan.
Solusi yang diambil adalah nomor urut seseorang berdasarkan urutannya dari ancestor yang dibuat reportnya, dimulai dengan nomor 1 adalah nomor urut ancestor tersebut diikuti dengan titik/dot dan nomor-urut anak-anaknya dst.
Contoh : 1.1.2.3 = anak ke-3 dari anak ke-2 dari anak ke-1 dari ancestor.
Sehingga setiap orang memiliki nomor urut unik dalam setiap report silsilah.
Langganan:
Postingan (Atom)